Minggu, Desember 07, 2008

Memaafkan Memang Sulit, Tetapi Cobalah


Jangan memendam kekesalan.
Anda tidak akan tahu bagaimana sebenarnya pendapat dan keinginan orang lain bila Anda tidak membicarakannya. Memendam suatu masalah dapat meyakiti diri orang lain, dalam hal ini pasangan dan juga diri Anda sendiri. Pasalnya, kita tak bisa ‘membaca' pikiran pasangan masing-masing.

Sementara bagi diri sendiri, bukan hanya bisa menimbulkan penyakit fisik, melainkan juga penyakit kejiwaan seperti stres berkepanjangan. Semakin dini Anda membicarakan suatu masalah, semakin baik dampaknya bagi hubungan Anda berdua.

Akuilah kesalahan
Persoalan tidak akan selesai bila Anda saling menyalahkan, atau bahkan melimpahkan kesalahan pada orang lain. Anda harus belajar berjiwa besar, dengan mau mengakui kesalahan Anda. Bila Anda bersedia menjauhkan rasa gengsi dan mendengarkan pasangan yang merasa tersakiti, semuanya akan lebih baik.

Tak harus menyetujui segala tuntutan pasangan, cukup dengan mendengarkan keluh kesahnya dan bersama-sama mencari jalan keluar masalah tersebut.

Pikirkanlah kelangsungan hubungan Anda.
Membina hubungan yang harmonis, perlu terus dipupuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menciptakan hubungan yang harmonis merupakan ‘pertanda', betapa berartinya Anda bagi pasangan Anda, dan sebaliknya. Perpisahan bukanlah solusi terbaik dari masalah.

Selain itu, sebaiknya jangan hanya melihat pasangan dari segi kesalahan yang diperbuatnya saja, tapi cobalah mengingat kebaikannya juga. Bagaimana dia bisa membuat Anda tertawa atau merasa ‘aman' bila di dekatnya. Anda juga perlu ‘mengembalikan' memori Anda mengenai betapa dia dahulu membuat Anda jatuh cinta setengah mati.

Mintalah pendapat atau bantuan pihak ketiga.
Kecenderungan yang nyaris terjadi pada semua pasangan adalah menghindar dari masalah. Bila masalah semakin pelik, karena Anda berdua sama-sama ngotot, Anda bisa mencari bantuan pada pihak ‘netral' yang tentunya sudah sama-sama Anda kenal dan Anda percayai.

Untuk menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan rumah-tangga, Anda bisa meminta bantuan orang yang lebih berpengalaman atau teman terdekat.

Sumber: Nova

Tidak ada komentar: